Senin, 06 Desember 2010

ANALISIS PENGELOLAAN DANA ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (ZIS) Kasus BMT AL-KARIM

Oleh : Imas Komariah
ABSTRAK
Kondisi perekonomian Indonesia sejak mengalami krisis moneter awal tahun 1998 lalu sampai saat ini belum terlihat adanya perubahan yang signifikan, terutama jika dilihat dari kondisi masyarakatnya yang saat ini masih banyak berada dalam kategori ekonomi lemah (miskin). Upaya yang dapat dilakukan tidak hanya berupa pemberian santunan tetapi dapat berupa bantuan modal bagi para pengusaha kecil, sehingga bisa meningkatkan usahanya hingga mampu merekrut tenaga kerja baru. Analisis terhadap pencatatan keuangan BMT akan dilakukan. Kajian ini menggunakan data laporan keuangan berupa Neraca dan Laporan Dana ZIS tahun 2002. Dalam menentukan besarnya tingkat rasio penerimaan ZIS terhadap total aktiva maka elemen yang paling berpengaruh adalah jumlah penerimaan dana ZIS tersebut. Apabila tingkat penerimaan ZIS dalam satu bulan tinggi nilainya, maka semakin tinggi pula tingkat rasio yang dihasilkan. Begitu pula sebaliknya, jika tingkat penerimaan ZIS dalam satu bulan nilainya rendah, maka semakin rendah pula tingkat rasio yang dihasilkan. Penyaluran dana yang dilakukan BMT ini belum optimal dari segi besarnya jumlah dana ZIS yang disalurkan. Karena dari jumlah saldo ZIS yang tersedia setiap bulannya, pihak BMT hanya mengeluarkan sebagian kecil saja dan jumlahnya tidak siginfikan ataupun sebanding dengan penerimaan yang ada. Tetapi hal ini dapat ditolerir mengingat beberapa pertimbangan kebijaksanan pihak manajemen dalam mengelola dana ZIS tersebut.
Kata Kunci : rasio penerimaan, rasio penggunaan, dana, aktiva

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar