Senin, 06 Desember 2010

ZAKAT FITHRI

Zakat Fithri merupakan suatu istilah yang [juga] sering kaum muslimin dengar di dalam bulan
Ramadhan (selain tentang shaum dan qiyamul lail (tarawih) dan masalah lainnya). Tulisan ini
bertujuan untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan zakat fithri, sehingga kaum muslimin lebih
memahami tentang masalah tersebut.
K. Pengertian Zakat Fithri
Beberapa dalil tentang zakat fithri :
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri kepada manusia pada bulan
Ramadhan." << Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahan pada Muslim>>
لى ع ' ر
 ي ع ش
 ن ا م + اع ص
 و أ ' ر
 م ت
 من ا + اع ص طر
  ف
 ال اة ك ز م سل و ه
 ي ل ا ع
 ى ل ص ا
 ل
 و
 س ر ض ر ف ال ا ق هم

 ن ع
 ا ي ض ر ر م
 ع ن
 اب
 ن ع
ة ل ى الص ل إ ناس ال وج

 ر
 خ ل
 ب ى ق د ؤ
 ت
 ن ا أ ه ب ر م أ و ن
 مي ل
 مس

 ال ن م ير
  ب ك
 ال و ر
 ي غ الص ى و ث
 ن
 ل
 ا و ر ك الذ و A ر
 ح
 ال و بد
  ع
 ال
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat Fithri satu sha' dari kurma atau satu
sha' dari gandum kepada budak atau yang merdeka, laki-laki atau perempuan anak kecil ataupun
dewasa dari kaum muslimin dan Beliau menyuruh untuk dibayar sebelum manusia keluar untuk shalat
('iid)." <<. Bukhari (3/367 no. 1503)>>
Zakat Fithri berasal dari dua kata yaitu zakat dan fithri. Pengertian zakat ( اة ك ز) secara bahasa
adalahbersih/suci, memuji/menghargai, tumbuh/berkembang dan baik. Pengertian zakat secara
istilah adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang
muslim sesuai dengan ketentuan agama [Islam] untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya
[UUPZ99].
Fithri ( ر ط ف) secara bahasa berarti membuka/membelah. Sedangkan pengertian zakat fithri adalah
zakat yang diwajibkan karena berbuka dari bulan Ramadhan (Sabiq, 2005 : 203). Pengertian yang
lebih spesifik tentang zakat fithri adalah sejumlah bahan makanan pokok yang dikeluarkan pada bulan
Ramadhan oleh setiap orang muslim bagi dirinya dan bagi orang yang ditanggungnya yang memiliki
kelebihan makanan pokok untuk sehari pada hari raya Idul Fithri [UUPZ99].
Sebagian umat muslim menyebut zakat fithri dengan zakat fithrah, hal ini kurang tepat karena :
1. Teks hadits tentang masalah ini semuanya memakai kata zakat fithri (1 ر3 ط31 افل 9 اة 9 (ك9 ز dan bukan
zakat fithrah( ة1 ر3 ط31 افل 9 اة 9 (ك9 . ز
2. Terdapat arti lain tentang fithri, yaitu bahwa fithri merupakan bentuk jama (banyak/plural) dari
fithrah yang berarti suci. [Memang benar ada arti seperti itu] tetapi arti ini kurang tepat (dalam
konteks zakat fithri), karena zakat itu sendiri artinya suci, lagipula zakat fithri berkaitan erat
dengan ramadhan dan makanan, sehingga makna fithri (dalam konteks zakat fithri) yang lebih
tepat adalah berbuka.
Zakat Fithri diwajibkan untuk semua muslim, laki-laki atau perempuan, kecil atau dewasa,
sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari (lihat kembali hadits yang disebutkan pada awal
tulisan ini). Zakat fithri wajib dikeluarkan untuk dirinya dan diri orang yang wajib dinafkahi olehnya,
seperti isteri, anak, dan pembantu yang mengurusi keperluan mereka. Walaupun yang
diwajibkan membayar zakat fithri adalah orang yang menafkahi, tetapi orang-orang yang
dinafkahi seperti isteri, anak dan pembantu boleh membayar zakat fithri-nya sendiri.
L. Bentuk Zakat Fithri yang dikeluarkan
أو9 N ام 99 طع 3 ن1 ا م Y ع9 ا ص 9 م\ ل9 وس1 ه3 ي9 ل9 ع B ال 9 صى\ ل J ي1 ب\ الن 1 ن9 از 9 مي1 ا ف 93 يه1 ط3 اعB ن\ نB :ك 9 ال 9 ق B ه9 ع3 نB ال 9 ي1 ض9 ر J ي1 ر3 دB خ3 ال N د9 س3 ي1 يع 1 ب9 أ 93 نع
ب3 ي1 ب9 ز3 ن1 ام Y اع 9 ص 3 وN9 أ ر3 ي1 ع9 ش 3 ن1 ا م Y اع3 و9 أ ص9 N ر3 م9 ت 3 ن1 ا م Y اع 9 ص
“Kami memberikan zakat fitrah di zaman Nabi sebanyak 1 sha’ dari makanan, 1 sha’ kurma, 1 sha’
gandum, ataupun 1 sha’ kismis (anggur kering)” <<Bukhari nomor 1508 Muslim nomor 2280>>.
Nishab (batas minimum untuk menunaikan zakat) zakat fithri yang harus ditunaikan adalah satu
sha’ dari makanan pokok negeri setempat, seperti gandum, kurma, anggur, keju, beras, jagung, atau
makanan pokok lainnya. Sebagian ulama berpendapat bahwa satu sha’ gandum setara dengan 2,04
- 2,20 kilogram, sedangkan ulama lain berpendapat dibulatkan menjadi 2,50 kilogram. Sedangkan
satu sha’ beras kira-kira sekitar 2,350 kilogram (dibulatkan menjadi 2,50 kilogram). Perlu diperhatikan
bahwa menunaikan zakat fithri minimal dengan makanan pokok suatu negeri dengan kualitas
menengah, dan akan lebih baik lagi jika menggunakan kualitas atas/paling bagus.
Sebagian ulama mewajibkan setiap muslim membayar zakat fithri dengan makanan dan tidak boleh
diganti dengan nilai uang. Beberapa ulama yang berpendapat ini adalah Malik, Syafi'i, Ahmad dan
Dawud. Alasan utamanya dari pendapat ini adalah Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam
tidak pernah membayar zakat fithri dengan uang, padahal pada zamannya sudah ada dinar dan
dirham.
Sebagian ulama lainnya membolehkan membayar zakat fithri dengan uang, yaitu mengganti satu sha
makanan pokok dengan sejumlah uang yang sesuai. Beberapa ulama yang berpendapat ini adalah
Abu Hanifah, dan Ibnu Taimiyah. Membayar zakat fithri dengan uang bisa lebih bermanfaat (apalagi
untuk zaman ini) untuk orang fakir dan miskin serta lebih mempermudah muzakki (pembayar zakat)
untuk menunaikan zakat.
Jika memang zakat fithri harus dipahami secara tekstual 100%, maka tidak boleh seseorang
membayar zakat fithri kecuali dengan kurma, gandum atau kismis, karena sabda Nabi Muhammad
Shallallaahu 'Alaihi Wasallam hanya menyebut makanan tersebut. Dengan suatu pemahaman dari
suatu hadits Nabi tentang zakat fithri maka munculllah suatu pemahaman membayar zakat dengan
makanan pokok pada suatu negeri masing-masing, tidak terbatas pada kurma, gandum, dan kismis
saja. Sehingga wajar jika muncul pemahaman yang membolehkan membayar zakat fithri dengan
uang.
M. Penyaluran Zakat Fithri
Orang yang berhak menerima zakat, infak/shadaqah disebut mustahiq. Mustahiq terdiri dari 8
ashnaf (golongan) yang berdasarkan Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60, yaitu : Faqir, Miskin,Amil
(pengelola zakat), Mu'allaf (orang yang baru atau akan masuk Islam), Gharim (Orang yang terlilit
hutang), Riqab (Budak), Ibnu Sabil (orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal), dan
Fii Sabilillah.
Sebagian ulama berpendapat bahwa zakat fithri boleh disalurkan untuk ke-8 ashnaf mustahiq,
alasannya berpegang pada dalil umum pada Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60. Sebagian ulama
lainnya berpendapat bahwa zakat fithri hanya boleh disalurkan untuk faqir dan miskin saja, alasannya
berpegang pada dalil khusus hadits “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah
sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan kata-kata kotor serta
sebagai pemberian makanan untuk orang-orang miskin.” << Ibnu Majah, Abu Dawud>>.
Waktu zakat fithri diwajibkan adalah pada akhir bulan Ramadhan, dan para ulama fiqih telah sepakat
tentang hal itu, tetapi mereka berbeda pendapat tentang batasan waktunya. Pendapat jumhur
adalah waktu wajibnya adalah ketika terbenamnya matahari di malam hari raya Idul Fithri.
Kebanyakan ulama fiqih juga berpendapat bahwa bolehnya menyegerakan pembayaran zakat
fithri ketika satu atau dua hari sebelum hari raya. Dan tidak diperbolehkan membayar zakat fithri
setelah shalat Idul Fithri sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ad-
Daruquthni.
Muzakki boleh menyalurkan zakatnya melalui tangannya sendiri (secara langsung) kepada para
mustahiq, atau menyerahkan zakatnya kepada amil. Amil yang ideal adalah satu badan amil yang
dikelola oleh pemerintah, tetapi karena pada saat ini di negeri Indonesia hal tersebut belum ada, maka
amil bisa terbentuk dengan pengelolaan pemerintah (BAZNAS, BAZDA, LAZNAS, etc) atau
pengelolaan masyarakat umum (Dompet Dhuafa, PKPU, Baitul Maal Al Fath, etc).
Saran dari penulis jika Anda ingin menunaikan zakat melalui amil :
1. Pilihlah Amil yang jujur, terpercaya, paham tentang zakat dan pengelolaan zakat, professional.
2. Pilihlah Amil yang memang bertugas sebagai Amil sepanjang tahun, bukan Amil dadakan yang
hanya muncul pada 10 hari (atau kurang dari 10 hari) menjelang Idul Fithri kemudian mereka
menghilang setelah Idul Fithri ^^
N. Penutup
Sebagai penutup, penulis akan memberikan suatu kesimpulan dari apa yang sudah dibahas pada
tulisan ini :
1. Zakat fithri adalah sejumlah bahan makanan pokok yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan
oleh setiap orang muslim bagi dirinya dan bagi orang yang ditanggungnya yang memiliki
kelebihan makanan pokok untuk sehari pada hari raya Idul Fithri
2. Zakat fithri boleh dikeluarkan dalam bentuk satu sha makanan pokok suatu negeri ataupun
uang yang senilai dengan makanan pokok tersebut.
3. Zakat fithri boleh dikeluarkan 1-2 hari sebelum Idul Fithri, yang terbaik adalah pada malam Idul
Fithri
4. Zakat Fithri diwajibkan untuk semua muslim, laki-laki atau perempuan, kecil atau dewasa.
Yang diwajibkan membayar zakat fithri adalah kepala keluarga, ia wajib membayar zakat fithri
untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya.
5. Walaupun zakat fithri diwajibkan bagi orang yang menafkahi suatu keluarga (kepala keluarga),
tetapi orang-orang yang dinafkahi seperti isteri, anak dan pembantu boleh membayar
zakat fithri-nya sendiri.
6. Muzakki boleh menyalurkan zakatnya melalui tangannya sendiri (secara langsung) kepada
para mustahiq, atau menyerahkan zakatnya kepada amil.
Yusuf KS
Web Blog : http://myks.wordpress.com
Link this article : http://myks.wordpress.com/2007/10/09/zakat-fithri/
PDF Version : http://www.kakikaku.com/yks/articles/zakat_fithr.pdf
Referensi :
Skripsiku.
Panduan Zakat menurut Al-Qur'an dan Sunnah oleh Sayid Sabiq.
Undang-undang No.39 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Zakat. [UUPZ].

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar